Faith vs Worry


Head Note: Tulisan atau artikel ini bukan berasal dari saya. Saya bukan penulis artikel atau tulisan ini. Saya hanya me-re-post artikel ataupun tulisan ini dikarenakan artikel atau tulisan ini menarik.

“Faith in the future grace is the missing ethical power to overcome rebellion and motivate obedience”.

Kunci untuk menerima lebih lagi adalah percaya. Bagian yang seringkali sulit dilakukan orang Kristen adalah percaya. Saat Anda tidak percaya, Anda akan gagal menerima. Iman di dalam kasih karunia masa yang akan datang adalah kuasa etis yang hilang yang dibutuhkan untuk menaklukan pemberontakan dan memotivasi ketaatan. Masalahnya bukan terletak pada hati yang tidak bersyukur atau kurang bersyukur, tetapi pada kurangnya iman dalam kasih Tuhan bagi kita di masa yang akan datang.

Dosa umat Israel, yang mengakibatkan malaikat maut membinasakan mereka, adalah bersungut-sungut (1 Korintus 10:10). Ketika kita bersungut-sungut, kita sebenarnya sedang mencobai Tuhan, mengusik dan memprovokasi-Nya. Tuhan hanya digerakkan oleh iman: iman kita di dalam janji-janjiNya. Tanpa iman kita tidak mungkin berkenan kepada Tuhan (Ibrani 11:6). Ketika kita bersungut-sungut, iman kita mati dan Tuhan tidak berkenan, akibatnya kita membatasi Tuhan. Padahal Tuhan ingin melakukan lebih lagi untuk kita, Dia mau menyembuhkan kita, melepaskan kita, memberkati kita. Tetapi kita membatasi-Nya dengan ketidakpercayaan.

Salah satu bentuk lain dari ketidakpercayaan adalah kekuatiran, yaitu kondisi  hati dan pikiran yang cemas, resah, gelisah, yang mengakibatkan kita tidak bisa memiliki damai sejahtera.

Kekuatiran membangkitkan banyak kondisi hati dan pikiran yang berdosa lainnya. Beberapa contoh sikap dan perbuatan yang bedosa yang penyebabnya adalah kekuatiran:

  • Kekuatiran mengenai keuangan dapat membangkitkan keserakahan, ketamakan, sikap mengingini, menimbun atau mencuri.
  • Kekuatiran mengenai pencapaian tujuan atau menyelesaikan tugas dapat membuat kita mudah tersinggung dan bersikap kasar.
  • Kekuatiran mengenai hubungan-hubungan dengan orang lain dapat membuat kita menarik diri, cuek, atau tidak peduli mengenai orang lain.
  • Kekuatiran mengenai tanggapan orang lain terhadap diri kita dapat membuat kita berbohong atau sengaja menutup-nutupi kenyataan.

Pada saat kita mengalahkan kekuatiran, banyak dosa yang bisa kita batalkan. Apa sebenarnya akar penyebab daripada kekuatiran?

Yesus berbicara panjang lebar  mengenai hal kekuatiran di Matius 6:25-30. Dia berkata agar kita jangan kuatir atas hidup kita. Dia menggunakan ilustrasi burung di langit dan bunga di ladang untuk menjelaskan maksud-Nya. Kemudian di Matius 6:30 Dia berkata: “Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?”

Advertisements

Thanks for visiting and reading my post. You can leave a comment right now. But, not a SPAM please...

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s