Arti Kesetiakawanan dalam Bencana Alam


Kesetiakawanan di dalam bencana alam sangatlah penting. Dengan kesetiakawanan yang kita miliki, kita bisa membantu korban-korban bencana alam. Dengan kita membantu korban-korban bencana alam, artinya kita sudah mempunyai arti kesetiakawanan dengan jiwa sosial yang tinggi. Kesetiakawanan sebaiknya jangan pernah pudar dari manusia. Karena pada hakekatnya, manusia adalah makhluk sosial. Arti kesetiakawanan sangatlah tinggi. Seperti kutipan yang saya ambil dari sebuah laman di internet.

“Nilai-nllai kesetiakawanan sosial dapat menjadi kekuatan paling besar untuk menyelesaikan masalah bencana yang sering terjadi di Indonesia.”Kita memiliki modal dasar berupa nilai-nilai gotong royong yang sampai saat ini masih hidup dalam masyarakat. Nilai gotong royong yang merupakan wujud kesetiakawanan sosial itu sangat berguna ketika terjadi bencana.” kata Andi Hanlndito.

Direktur Bantuan Sosial Korban Bencana Alam (BSKBA) Depsos, pada seminar dalam rangka memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional bertema “Manajemen Resiko Bencana, di Jakarta.

Andi menyatakan, yang terpenting adalah bagaimana mengelola potensi gotong royong dan kearifan lokal yang ada di setiap daerah untuk mengatasi berbagai persoalan yang terjadi, termasuk ketika terjadi bencana.

“Indonesia memiliki modal sosial yang sangat heterogen berupa etnis, bahasa dan wilayah yang luas. Karena itu kita membutuhkan satu sistem yang lebih hebat dibandingkan sistem-sistem yang sudah pernah ditawarkan sebelumnya guna mengatasi bencana.” ujarnya.

Menurutnya ada empat pendekatan yang harus diperhatikan ketika terjadi bencana. Pertama, yang harus dilakukan adalah menyamakan cara pandang bahwa Indonesia terletak di kawasan yang rawan bencana sehingga masyarakat harus selalu siap sedia menghadapi bencana. Kedua, kegiatan penanggulangan bencana harus berubah dari yang sifatnya kedaruratan menjadi retroaktif, sesuai dengan perkembangan jaman.

“Penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial melainkan harus komprehensif. Ini terkait sifat bencana yang tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi. Kini kita punya satu sistem yang akan diimplementasikan ke masyarakat, yang harus dilaksanakan bersama-sama oleh masyarakat,” urainya.

Sementara itu Profesor BambangTriadji. Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Ageng Tirtayasa mengatakan, nilai-nilai kesetiakawanan sosial perlu dibangkitkan kembali dalam rangka menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, khususnya ketika terjadi bencana.

Terkait manajemen resiko bencana. Bambang menilai pelaksanaannya dalam mengatasi bencana yang terjadi belum benar-benar efektif karena belum dikelola dengan baik.”Kita belum menerapkan manajemen resiko sesuai yang seharusnya sebab kegiatan yang ada selama ini tidak terprogram secara baik. Untuk itu manajemen resiko yang akan dikembangkan harus dimulai dari perencanaan terhadap risiko dengan melihal peluang dan tantangan yang ada”

Di bawah ini juga merupakan artikel mengenai Kesetiakawanan yang disampaikan oleh presiden RI mengenai bencana alam.

Wakil Presiden Boediono mengingatkan agar kesetiakawanan sosial tidak hilang walaupun saat ini modernitas njenye-babkan banyak orang cenderung individuals. Wapres Boediono merasa sangat yakin solidaritas dan kesetiakawanan tidak mudah lepas.

Demikian disampaikan Wapres Boediono dalam acara Puncak Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2010 di Sirkuit Sentul, Kec. Babakan Madang, Kab. Bogor, Senin (20/12).

Hadir dalam acara tersebut Menteri Sosial Salim Segaf Al Juffri dan beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, Gu-bemur Jawa Barat II. Ahmad Heryawan, Bupati Bogor H. Rachmat Yasin, dan undangan lainnya.

Wapres Boediono mencontohkan bagaimana kesetiakawanan sosial masih ada saat terjadi bencana alam.

“Misalnya dalam suasana bencana di Mentawai, Wasior, Yogyakarta, dan Jawa Tengah. Masyarakat bahu-membahu menangani keadaan tanpa memandang suku, agama, golongan, ataupun latar belakang ekonomi. Masjid, gereja, sekolah, kampus, dan stadion mendadak menjadi tempat pengungsian bagi siapa pun yang mengalami

musibah tanpa peduli status sosial,” ujarnya.

Wapres menambahkan, pemerintah serta seluruh rakyat Indonesia meyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh sukarelawan yang telah menunjukkan hakikat ke-setiakawanan sosial sejati.

Baginya, itulah tindakan konkret yang tidak menuntut pujian atau meminta imbalan.

Peserta pulang

Ada yang unik dalam acara HKSN tersebut, yakni suasana di Sirkuit Sentul yang sejak pu-kul 7.00 WIB dipenuhi para undangan. Sekitar pukul 10.00 WIB tampak undangan meninggalkan tempat acara. Meskipun acara sedang berlangsung.

Wapres Boediono yang melihat peserta HKSN meninggalkan tempat acara tidak tampaktersinggung walaupun pengunjung berangsur berkurang saat dia memberikan sambutan. “Terima kasih kepada mereka yang masih bertahan,” kata Boediono pada pengujung sambutan.

Dalam puncak peringatan HKSN Tahun 2010, Wapres Boediono memberikan penghargaan Satya Lancana Kebaktian Sosial kepada 5.842 orang. Penghargaan itu secara simbolis diberikan kepada Sam L Tobing, H. Tinton Suprapto. H. Be-gug Purnomosidi, Erliyanto Harahap, Vita Gamawan Fauzi, dan Ilham Syarif.

Tak hanya itu, ia juga menyerahkan bantuan dan sarana penanggulangan bencana untuk 33 provinsi. Pemberian ini secara simbolis diterima Bupati Bogor Rachmat Yasin.

Menteri Sosial Salim Segaf Al .Jufri juga memberikan penghargaan kepada pekerja sosial berprestasi tingkat nasional di antaranya Yakub, Teguh Edi Sukono, dan Endang Hermawati.

Sepuluh bupati dan wali kota yang menjadi pembina karang taruna terbaik juga mendapatkan penghargaan. Bahkan, Mensos juga menberikan san- tunan senilai Rp 25 juta kepada masing-masing ahli waris sukarelawan dan jurnalis yang gugur dalam bencana Gunung Merapi.

 

Nama: Wesli Bravo S.

NPM : 12609320

Kelas : 2SA02

Advertisements

Thanks for visiting and reading my post. You can leave a comment right now. But, not a SPAM please...

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s