Tugas Jurnalistik 2: Tema: Media Masa Sebagai Alat Komunikasi Penting Bagi Dunia Serta Perkembangan Teknologi Penyampaian Berita


Tugas Jurnalistik 2

 

Tema: Media Masa Sebagai Alat Komunikasi Penting Bagi Dunia Serta Perkembangan Teknologi Penyampaian Berita.

 

Radio

Radio adalah salah satu bentuk alat komunikasi yang digunakan oleh masyarakat untuk menyampaikan pesan. Pada zaman dahulu orang-orang belum mengenal radio. Mereka menggunakan media lain dalam mengirimkan pesan. Begitu pula pada zaman penjajahan. Sebelum ada radio mereka untuk mengirimkan pesan kepada orang lain adalah dengan menggunakan burung merpati dalam mengirimkan pesan. Burung merpati digunakan karena, burung ini mempunyai keahlian dalam navigasi, sehingga burung tersebut tidak akan pernah tersesat untuk mencari tempat pulangnya.

Disaat radio ditemukan, maka lama-kelamaan orang-orang akan beralih pada radio. Pengiriman pesan lewat radio dirasa lebih mudah pada saat itu. Sehingga banyak sekali yang menggunakan radio untuk mengirimkan pesan-pesan penting dan sebagainya. Radio sendiri dalam pengiriman pesannya adalah dengan cara modulasi dan penggunaan gelombang radio. Gelombang radio sendiri terdiri dari modulasi amplitudo atau yang sekarang kita sebut (AM) dan yang satunya adalah modulasi frekuensi (FM). Akan tetapi orang sering menggunakan gelombang modulasi frekuensi (FM) untuk menyari sinyal daripada menggunakan modulasi amplitudo (AM). Metode pengiriman sinyal seperti ini disebut analog. Selanjutnya, seiring perkembangan teknologi ditemukanlah internet dan sinyal digital yang kemudian mengubah cara transimi sinyal radio. Melalui situsnya dijelaskan bahwa RRI atau Radio Republik Indonesia secara resmi didirikan pada tanggal 11 September 1945, oleh para tokoh yang sebelumnya aktif mengoperasikan beberapa stasiun radio Jepang di 6 kota. Rapat utusan 6 radio di rumah Adang Kadarusman, Jalan Menteng Dalam, Jakarta, menghasilkan keputusan mendirikan Radio Republik Indonesia dengan memilih Dokter Abdulrahman Saleh sebagai pemimpin umum RRI yang pertama. Rapat tersebut juga menghasilkan suatu deklarasi yang terkenal dengan sebutan Piagam 11 September 1945, yang berisi 3 butir komitmen tugas dan fungsi RRI yang kemudian dikenal dengan Tri Prasetya RRI.

Penghapusan Departemen Penerangan oleh Pemerintah Presiden Abdurahman Wahid dijadikan momentum dari sebuah proses perubahan government owned radio ke arah Public Service Boradcasting dengan didasari Peraturan Pemerintah Nomor 37 tahun 2000 yang ditandatangani Presiden RI tanggal 7 Juni 2000.

Saat ini RRI memiliki 52 stasiun penyiaran dan stasiun penyiaran khusus yang ditujukan ke Luar Negeri dengan didukung oleh 8500 karyawan.

Kecuali di Jakarta, RRI di daerah hampir seluruhnya menyelenggarakan siaran dalam 3 program yaitu Programa daerah yang melayani segmen masyarakat yang luas sampai pedesaan, Programa Kota (Pro II) yang melayani masyarakat di perkotaan dan Programa III (Pro III) yang menyajikan Berita dan Informasi (News Chanel) kepada masyarakat luas. Di Stasiun Cabang Utama Jakarta terdapat 6 programa yaitu programa I untuk pendengar di Propinsi DKI Jakarta Usia Dewasa, Programa II untuk segment pendengar remaja dan pemuda di Jakarta, Programa III khusus berita dan Informasi, Programa IV Kebudayaan, Programa V untuk saluran Pendidikan dan Programa VI Musik Klasik dan Bahasa Asing. Sedangkan “Suara Indonesia” (Voice of Indonesia) menyelenggarakan siaran dalam 10 bahasa.

Advertisements

Thanks for visiting and reading my post. You can leave a comment right now. But, not a SPAM please...

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s